Javascript must be enabled in your browser to use this page.
Please enable Javascript under your Tools menu in your browser.
Once javascript is enabled Click here to go back to The Home of Joomla
Related Items

 

Kehidupan Prasejarah PDF Print E-mail

Written by Bobby,

Views : 14


begitu banyak misteri kehidupan purbakala..
mulai dari ditemukannya baterai purba...
benda-benda luar biasa...
bentuk lukisan2 aneh didinding gua2..
hingga mummi yang ternyata setelah diselidiki ternyata jantungnya merupakan hasil pencangkokan yg sempurna..
bahkan ditemukannya jejak-jejak peradaban luar biasa di dasar samudra...

 

teknologi mekanis

sistim penerangan

batere

bangunan-bangunan yg ditemukan didasar samudra

 

 

next quote from zhuan falun :

Menurut teori evolusi Darwin, manusia berasal dari tumbuhan air yang berevolusi menjadi hewan air, kemudian merangkak naik ke daratan, lalu naik ke atas pohon, dan turun lagi ke atas tanah menjadi manusia kera, akhirnya berevolusi menjadi manusia modern yang berbudaya dan memiliki kemampuan berpikir, atas dasar perhitungan itu, timbulnya peradaban manusia sebenarnya juga belum melampaui 10.000 tahun. Bila diurut ke depan bahkan belum mampu membuat simpul pada tali sebagai sarana mengingat-ingat suatu urusan, masih berbusana daun dan makan daging mentah. Bila diurut lagi ke depan, mungkin malah masih belum dapat menggunakan api, mereka sepenuhnya liar, primitif.

Namun kita menemukan suatu masalah, di banyak tempat di dunia telah ditemukan banyak peninggalan peradaban kuno, dengan usia yang jauh sekali melampaui sejarah peradaban kita. Peninggalan kuno ini bila ditinjau dari sudut teknologi juga memiliki tingkat teknik yang tinggi, sedang bila ditinjau tingkat keseniannya, juga sangat unggul, manusia modern benar-benar telah meniru kesenian orang kuno, memiliki nilai apresiasi sangat tinggi. Tetapi sebenarnya ia adalah peninggalan yang berasal lebih dari ratusan ribu tahun yang lalu, jutaan tahun yang lalu, bahkan merupakan peninggalan dari seratus juta tahun yang lalu. Coba anda pikirkan, bukankah ini bercanda dengan sejarah sekarang? Sebenarnya bukan bercanda, karena umat manusia juga terus-menerus memperbaiki diri, terus-menerus berusaha memahami dirinya kembali, demikian masyarakat berkembang, pengertian awal belum tentu mutlak tepat.

Mungkin banyak orang pernah mendengar "kebudayaan prasejarah", yang disebut juga "peradaban prasejarah", sekarang kita hendak membicarakan peradaban prasejarah tersebut. Di atas bumi ada benua Asia, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara, Oceania, Afrika dan benua Antartika, yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut "lempeng kontinental." Sejak terbentuknya lempeng kontinental sampai sekarang, sudah ada sejarah puluhan juta tahun. Dapat dikatakan pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas, ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut, sejak kondisi itu stabil sampai keadaan sekarang, sudah bersejarah puluhan juta tahun. Namun di banyak dasar lautan, telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan pahatan sangat indah, dan bukan berasal dari warisan budaya umat manusia modern, jadi pasti bangunan yang telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut. Bila pada puluhan juta tahun yang lalu, siapa sebenarnya yang telah menciptakan peradaban itu? Sedang pada waktu itu, umat manusia bahkan belum mencapai bentuk kera sekalipun, bagaimana mampu menciptakan benda yang memerlukan kecerdasan tinggi semacam itu? Di komunitas internasional, arkeolog telah menemukan suatu jenis organisme, yang dinamakan "trilobite", ia adalah organisme yang hidup di antara 600 juta sampai 260 juta tahun yang lalu, dan sejak 260 juta tahun sesudahnya organisme ini sudah tidak dapat ditemukan lagi. Seorang ilmuwan Amerika telah menemukan sepotong fosil trilobite dengan tanda jejak kaki bersepatu menginjak padanya, yang dengan jelas sekali tercetak di atas fosil itu. Bukankah ini sedang mengolok-olok ilmuwan sejarah? Berdasarkan teori evolusi Darwin, mana mungkin ada manusia hidup pada 260 juta tahun yang lalu?

Di dalam museum Universitas Negeri Peru ada sebuah batu, di atas batu itu terpahat lukisan manusia, menurut hasil penyelidikan, lukisan itu sudah terpahat 30.000 tahun yang lalu. Tetapi manusia yang terlukis itu sudah memakai pakaian, topi dan sepatu, bahkan dengan tangan memegang sebuah teleskop sedang mengamati benda angkasa. Bagaimana manusia pada 30.000 tahun yang lalu dapat menenun kain dan berpakaian? Dan yang lebih tidak dapat dibayangkan dia masih memegang teleskop mengamati benda angkasa, bahkan menampakkan pengetahuan astronomi taraf tertentu. Kita selalu beranggapan bahwa teleskop adalah ciptaan Galileo, seorang Eropa, yang sampai sekarang baru berselang 300 tahun lebih, namun pada 30.000 tahun lalu siapa yang telah menciptakan teleskop ini? Masih banyak misteri lain yang tidak dapat diungkapkan dengan jelas. Misalnya di Perancis, Afrika Selatan, dan pegunungan Alpen ditemukan lukisan dinding batu dalam banyak gua, pahatannya realistik, terlihat bagaikan hidup. Lukisan orang yang terpahat sangat indah sekali, bahkan dilapis pula dengan semacam bahan pewarna mineral. Namun lukisan orang-orang tersebut punya dandanan manusia modern, agak mirip pakaian Barat, memakai celana ketat. Ada yang memegang benda yang mirip pipa pengisap rokok, ada yang bergaya memegang tongkat, memakai topi. Bagaimana mungkin kera yang hidup ratusan ribu tahun lalu dapat memiliki kesenian begitu tinggi?

Berbicara agak jauh lagi, Republik Gabon, yakni sebuah negara di benua Afrika, memiliki tambang biji uranium, negara ini agak terbelakang, mereka tidak dapat mengolah sendiri, sehingga biji-biji uranium itu diekspor ke negara maju. Pada tahun 1972, ada sebuah pabrik Prancis telah mengimpor batu mineral uranium semacam ini. Melalui pengujian ditemukan, batu mineral uranium tersebut ternyata pernah diekstraksi dan bekas dimanfaatkan. Karena merasa heran lalu dikirimkanlah ke sana sejumlah ahli teknik untuk menyelidiki. Ahli teknik dari banyak negara juga ikut bergabung dalam penyelidikan itu. Pada akhirnya terbukti bahwa tambang uranium ini sebetulnya adalah sebuah reaktor nuklir berskala besar, dengan layout yang sangat masuk akal, bahkan manusia modern juga tidak mampu menciptakannya. Kalau begitu kapan itu dibangun? Ia dibangun 2 milyar tahun yang lalu, dan telah beroperasi selama 500.000 tahun. Ini sungguh sebuah bilangan astronomi dan sama sekali tidak dapat dijelaskan dengan teori evolusi Darwin, hal-hal semacam ini sangat banyak. Penemuan komunitas ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini sudah cukup beralasan digunakan untuk mengubah buku pelajaran kita yang ada sekarang. Di kala konsep lama manusia telah membentuk sebuah sistem kerja maupun sistem pemikiran, sulit menerima pengertian yang baru. Ketika kebenaran telah muncul juga tidak berani menerimanya, secara naluri timbul suatu penolakan. Oleh karena pengaruh konsep tradisional, sekarang sudah tidak ada yang secara sistematik menyusun data semacam ini, karena itu konsep manusia selalu tidak dapat mengikuti perkembangan, begitu anda berbicara hal ini, meskipun belum dipublikasikan secara luas, tetapi sudah ditemukan, namun ada yang justru mengatakan ini takhayul, dan tidak dapat menerima realitas ini. 

Di luar negeri banyak ilmuwan pemberani secara terbuka telah mengakui itu adalah suatu budaya prasejarah, peradaban sebelum peradaban manusia yang ada sekarang ini, yakni sebelum adanya peradaban sekarang ini masih ada periode peradaban, bahkan tidak hanya satu kali saja. Berdasarkan pengamatan benda budaya yang tergali, ternyata itu bukanlah produk dari satu masa peradaban saja. Oleh karena itu dipercaya, dari sekian banyak kali peradaban manusia setelah mengalami pukulan yang memusnahkan, hanya menyisakan sedikit orang yang masih bertahan hidup dan menempuh kehidupan primitif, kemudian berangsur-angsur berkembang menjadi jenis manusia baru, memasuki peradaban baru, akhirnya menuju kepunahan lagi, berkembang menjadi sejenis manusia baru lagi, demikianlah mereka mengalami perubahan melalui periode demi periode. Oleh ilmuwan fisika dikatakan bahwa gerakan materi mengikuti hukum tertentu, perubahan segenap alam semesta kita juga mengikuti hukum tertentu.  


Be first to comment this article
 
Titik Pusat Al-Qur'an.....! PDF Print E-mail

Written by Bobby,

Views : 21


Tak sengaja menemukan sebuah tulisan menarik di belantara internet.... sebuah karya lama Emha Ainun Nadjib, mudah2an bisa menambah khasanah pemahaman nilai2 islam  :

 

Sesudah shalat malam bersama, beberapa santri yang besok pagi diperkenankan pulang kembali ke tengah masyarakatnya, dikumpulkan oleh Pak Kiai di zawiyyah sebuah masjid.

Seperti biasanya, Pak Kiai bukannya hendak memberi bekal terakhir, melainkan menyodorkan pertanyaan-pertanyaan khusus, yang sebisa mungkin belum usah terdengar dulu oleh para santri lain yang masih belajar di pesantren.

"Agar manusia di muka bumi ini memiliki alat dan cara untuk selamat kembali ke Tuhannya," berkata Pak Kiai kepada santri pertama, "apa yang Allah berikan kepada manusia selain alam dan diri manusia sendiri?"

"Agama," jawab santri pertama.

"Berapa jumlahnya?"

"Satu."

"Tidak dua atau tiga?"

"Allah tak pernah menyebut agama atau nama agama selain yang satu itu, sebab memang mustahil dan mubazir bagi Allah yang tunggal untuk memberikan lebih dari satu macam tuntunan."

Kepada santri kedua Pak Kiai bertanya, "Apa nama agama yang dimaksudkan oleh temanmu itu?"

"Islam."

"Sejak kapan Allah mengajarkan Islam kepada manusia?"

"Sejak Ia mengajari Adam nama benda-benda."

"Kenapa kau katakan demikian?"

"Sebab Islam berlaku sejak awal mula sejarah manusia dituntun. Allah sangat adil. Setiap manusia yang lahir di dunia, sejak Adam hingga akhir zaman, disediakan baginya sinar Islam."

"Kalau demikian, seorang Muslimkah Adam?"

"Benar, Kiai. Adam adalah Muslim pertama dalam sejarah umat manusia."

Pak Kiai beralih kepada santri ketiga. "Allah mengajari Adam nama benda-benda," katanya, "bahasa apa yang digunakan?"

Dijawab oleh santri ketiga, "Bahasa sumber yang kemudian dikenal sebagai bahasa Al-Qur'an."

"Bagaimana membuktikan hal itu?"

"Para sejarahwan bahasa dan para ilmuwan lain harus bekerja sama untuk membuktikannya. Tapi besar kemungkinan mereka takkan punya metode ilmiah, juga tak akan memperoleh bahan-bahan yang diperlukan. Manusia telah diseret oleh perjalanan waktu yang sampai amat jauh sehingga dalam kebanyakan hal mereka buta sama sekali terhadap masa silam."

"Lantas bagaimana mengatasi kebuntuan itu?"

"Pertama dengan keyakinan iman. Kedua dengan kepercayaan terhadap tanda-tanda yang terdapat dalam kehendak Allah."

"Maksudmu, Nak?"

"Allah memerintahkan manusia bersembahyang dalam bahasa Al-Qur'an. Oleh karena sifat Islam adalah rahmatan lil 'alamin, berlaku universal secara ruang maupun waktu, maka tentulah itu petunjuk bahwa bahasa yang kita gunakan untuk shalat adalah bahasa yang memang relevan terhadap seluruh bangsa manusia. Misalnya, karena memang bahasa Al-Qur'anlah yang merupakan akar, sekaligus puncak dari semua bahasa yang ada di muka bumi."

"Temanmu tadi mengatakan," berkata Pak Kiai selanjutnya kepada santri keempat, "bahwa Allah hanya menurunkan satu agama. Bagaimana engkau menjelaskan hal itu?"

"Agama Islam dihadirkan sebagaimana bayi dilahirkan," jawab santri keempat, "Tidak langsung dewasa, tua atau matang, melainkan melalui tahap-tahap atau proses pertumbuhan."

"Apa jawabmu terhadap pertanyaan tentang adanya berbagai agama selain Islam?"

"Itu anggapan kebudayaan atau anggapan politik bukan anggapan akidah."

"Apakah itu berarti engkau tak mengakui eksistensi agama-agama lain?"

"Aku mengakui nilai-nilai yang termuat dalam yang disebut agama-agama itu --sebelum dimanipulasikan-- sebab nilai-nilai itu adalah Islam jua adanya pada tahap tertentu, yakni sebelum disempurnakan oleh Allah melalui Muhammad rasul pamungkasNya. Bahwa kemudian berita-berita Islam sebelum Muhammad itu dilembagakan menjadi sesuatu yang disebut agama --dengan, ternyata, berbagai penyesuaian, penambahan atau pengurangan-- sebenarnya yang terjadi adalah pengorganisasian. Itu bukan agama Allah, melainkan rekayasa manusia."

Pak Kiai menatapkan matanya tajam-tajam ke wajah santri kelima sambil bertanya, "Agama apakah yang dipeluk oleh orang-orang beriman sebelum Muhammad?"

"Islam, Kiai."

"Apa agama Ibrahim?"

"Islam."

"Apa agama Musa?"

"Islam."

"Dan agama Isa?"

"Islam."

"Sudah bernama Islamkah ketika itu?"

"Tidak mungkin, demikian kemauan Allah, ada nama atau kata selain Islam yang sanggup mewakili kandungan-kandungan nilai petunjuk Allah. Islam dan kandungannya tak bisa dipisahkan, sebagaimana api dengan panas atau es dengan dingin. Karena ia Islam, maka demikianlah kandungan nilainya. Karena demikian kandungan nilainya, maka Islamlah namanya. Itu berlaku baik tatkala pengetahuan manusia telah mengenal Islam atau belum."

"Maka apakah gerangan arti yang paling inti dari Islam?" Pak Kiai langsung menggeser pertanyaan kepada santri keenam.

"Membebaskan," jawab santri itu.

"Pakailah kata yang lebih memuat kelembutan!"

"Menyelematkan, Kiai."

"Siapa yang menyelamatkan, siapa yang diselamatkan, serta dari apa dan menuju apa proses penyelamatan atau pembebasan itu dilakukan?"

"Allah menyelamatkan manusia, diaparati oleh para khulafa' atas bimbingan para awliya dan anbiya. Adapun sumber dan tujuannya ialah membebaskan manusia dari kemungkinan tak selamat kembali ke Allah. Manusia berasal dari Allah dan sepenuhnya milik Allah, sehingga Islam --sistem nilai hasil karya Allah yang dahsyat itu-- dimaksudkan untuk membebaskan manusia dari cengkeraman sesuatu yang bukan Allah."

"Apa sebab agama anugerah Allah itu tak bernama Salam, misalnya?"

"Salam ialah keselamatan atau kebebasan. Itu kata benda. Sesuatu yang sudah jadi dan tertentu. Sedangkan Islam itu kata kerja. Berislam ialah beramal, berupaya, merekayasa segala sesuatu dalam kehidupan ini agar membawa manusia kepada keselamatan di sisi Allah."

Pak Kiai menuding santri ketujuh, "Tidakkah Islam bermakna kepasrahan?"

"Benar, Kiai," jawabnya, "Islam ialah memasrahkan diri kepada kehendak Allah. Arti memasrahkan diri kepada kehendak Allah ialah memerangi segala kehendak yang bertentangan dengan kehendak Allah."

"Bagaimana manusia mengerti ini kehendak Allah atau bukan?"

"Dengan memedomani ayat-ayatNya, baik yang berupa kalimat-kalimat suci maupun yang terdapat dalam diri manusia, di alam semesta, maupun di setiap gejala kehidupan dan sejarah. Oleh karena itu Islam adalah tawaran pencarian yang tak ada hentinya."

"Kenapa sangat banyak orang yang salah mengartikan makna pasrah?"

"Karena manusia cenderung malas mengembangkan pengetahuan tentang kehendak Allah. Bahkan manusia makin tidak peka terhadap tanda-tanda kehadiran Allah di dalam kehidupan mereka. Bahkan tak sedikit di antara orang-orang yang rajin bersembahyang, sebenarnya tidak makin tinggi pengenalan mereka terhadap kehendak Allah. Mereka makin terasing dari situasi karib dengan kemesraan Allah. Hasilnya adalah keterasingan dari diri mereka sendiri. Tetapi alhamdulillah, situasi terasing dan buntu yang terjadi pada peradaban mutakhir manusia, justru merupakan awal dari proses masuknya umat manusia perlahan-lahan ke dalam cahaya Islam. Sebab di dalam kegelapanlah manusia menjadi mengerti makna cahaya."

"Cahaya Islam. Apa itu gerangan?"

Santri ke delapan menjawab, "Pertama-tama ialah ilmu pengetahuan. Adam diajari nama benda-benda. Itulah awal mula pendidikan kecendekiaan, yang kelak direkonstruksi oleh wahyu pertama Allah kepada Muhammad, yakni iqra'. Itulah cahaya Islam, sebab agama itu dianugerahkan kepada makhluk tertinggi yang berpikiran dan berakal budi yang bernama manusia."

"Pemikiranmu lumayan," sahut Pak Kiai, "Cahaya Islam tentunya tak dapat dihitung jumlahnya serta tak dapat diukur keluasan dan ketinggiannya: kita memerlukan tinta yang ditimba dari tujuh lautan lebih untuk itu. Bersediakah engkau kutanyai barang satu dua di antara kilatan-kilatan cahaya mahacahaya itu?"

"Ya, Kiai."

"Sesudah engkau sebut Adam, apa yang kau peroleh dari Idris?"

"Dinihari rekayasa teknologi."

"Dari Nuh?"

"Keingkaran terhadap ilmu dan kewenangan Allah."

"Hud?"

"Kebangunan kembali menuju salah satu puncak peradaban dan teknologi canggih."

"Baik. Tak akan kubawa kau berhenti di setiap terminal. Tetapi jawablah: pada Ibrahim, terminal Islam apakah yang engkau temui?"

"Rekonstruksi tauhid, melalui metode penelitian yang lebih memeras pikiran dan pengalaman secara lebih detil."

"Pada Ismail?"

"Pengurbanan dan keikhlasan."

"Ayyub?"

"Ketahanan dan kesabaran."

"Dawud?"

"Tangis, perjuangan dan keberanian."

"Sulaiman?"

"Ke-waskita-an, kemenangan terhadap kemegahan benda, kesetiaan ekologis dan keadilan."

"Sekarang sebutkan yang engkau peroleh dari Musa!"

"Keteguhan, ketegasan haq, ilmu perjuangan politik, tapi juga kedunguan dalam kepandaian."

"Dari Zakaria?"

"Dzikir."

"Isa?"

"Kelembutan cinta kasih, alam getaran hub."

"Adapun dari Muhammad, anakku?"

"Kematangan, kesempurnaan, ilmu manajemen dari semua unsur cahaya yang dibawa oleh para perutusan Allah sebelumnya."

Akhirnya tiba kepada santri kesembilan. "Di tahap cahaya Islam yang manakah kehidupan dewasa ini?"

"Tak menentu, Kiai," jawab sanri terakhir itu, "Terkadang, atau bahkan amat sering, kami adalah Adam yang sembrono dan nekad makan buah khuldi. Di saat lain kami adalah Ayyub --tetapi-- yang kalah oleh sakit berkepanjangan dan putus asa oleh perolehan yang amat sedikit. Sebagian kami memperoleh jabatan seperti Yusuf tapi tak kami sertakan keadilan dan kebijakannya; sebagian lain malah menjadi Yusuf yang dicampakkan ke dalam sumur tanpa ada yang mengambilnya. Ada juga golongan dari kami yang telah dengan gagahnya membawa kapak bagai Ibrahim, tapi sebelum tiba di gudang berhala, malah berbelok mengerjakan sawah-sawah Fir'aun atau membelah kayu-kayu untuk pembangunan istana diktator itu."

Pak Kiai tersenyum, dan santri itu meneruskan, "Mungkin itu yang menyebabkan seringkali kami tersembelih bagai Ismail, tapi tak ada kambing yang menggantikan ketersembelihan kami."

"Maka sebagian dari kami lari bagai Yunus: seekor ikan paus raksasa menelan kami, dan sampai hari ini kami masih belum selesai mendiskusikan dan menseminarkan bagaimana cara keluar dari perut ikan."

Pak Kiai tertawa terkekeh-kekeh.

"Kami belajar pidato seperti Harun, sebab dewasa ini berlangsung apa yang disebut abad informasi. Tetapi isi pidato kami seharusnya diucapkan 15 abad yang lalu, padahal Musa-Musa kami hari ini tidaklah sanggup membelah samudera."

"Anakku," Pak Kiai menyela, "pernyataan-pernyataanmu penuh rasa sedih dan juga semacam rasa putus asa."

"Insyaallah tidak, Kiai," jawab sang santri, "Cara yang terbaik untuk menjadi kuat ialah menyadari kelemahan. Cara yang terbaik untuk bisa maju ialah memahami kemunduran. Sebodoh-bodoh kami, sebenarnya telah pula berupaya membuat tali berpeluru Dawud untuk menyiapkan diri melawan Jalut. Tongkat Musa kami pun telah perlahan-lahan kami rekayasa, agar kelak memiliki kemampuan untuk kami lemparkan ke halaman istana Fir'aun dan menelan semua ular-ular sihir yang melata-lata. Kami juga mulai berguru kepada Sulaiman si raja agung pemelihara ekosistem. Seperti Musa kami juga belajar berendah hati kepada ufuk ilmu Khidhir. Dan berzikir. Bagai Zakaria, kami memperpeka kehidupan kami agar memperoleh kelembutan yang karib dengan ilmu dan kekuatan Allah. Terkadang kami khilaf mengambil hanya salah satu watak Isa, yakni yang tampak sebagai kelembekan. Tetapi kami telah makin mengerti bagaimana berguru kepada keutuhan Muhammad, mengelola perimbangan unsur-unsur, terutama antara cinta dengan kebenaran. Sebab tanpa cinta, kebenaran menjadi kaku dan otoriter. Sedangkan tanpa kebenaran, cinta menjadi hanya kelemahan, keterseretan, terjebak dalam kekufuran yang samar, hanyut dan tidak berjuang."

Betapa tak terbatas apabila perbincangan itu diteruskan jika tujuannya adalah hendak menguak rahasia cahaya Islam.

"Sampai tahap ini," kata Pak Kiai, "cukuplah itu bagi kalian, sesudah dua pertanyaan berikut ini kalian jawab."

"Kami berusaha, Kiai," jawab mereka.

"Bagaimana kalian menghubungkan keyakinan kalian itu dengan keadaan masyarakat dan negeri di mana kalian bertempat tinggal?"

"Kebenaran berlaku hanya apabila diletakkan pada maqam yang juga benar. Juga setiap kata dan gerak perjuangan," berkata salah seorang.

"Sebaik-baik urusan ialah di tengah-tengahnya, kata Rasul Agung. Harus pas. Tak lebih tak kurang," sambung lainnya.

"Muhammad juga mengajarkan kapan masuk Gua Hira, kapan terjun ke tengah masyarakat," sambung yang lain lagi.

"Mencari titik koordinat yang paling tepat pada persilangan ruang dan waktu, atau pada lalu lintas situasi dan peta sejarah."

"Ada dakwah rahasia, ada dakwah terang-terangan."

"Hikmah, maw'idhah hasanah, jadilhum billati hiya ahsan."

"Makan hanya ketika lapar, berhenti makan sebelum kenyang. Itulah irama. Itulah sesehat-sehat kesehatan, yang berlaku bagi tubuh maupun proses sejarah."

"Perjuangan ialah mengetahui kapan berhijrah ke Madinah dan kapan kembali ke Makkah untuk kemenangan."

"Dan di atas semua itu, Rasulullah Muhammad bersedia tidur beralaskan daun kurma atau bahkan di atas lantai tanah."

Pak Kiai tersenyum, "Apa titik tengah di antara kutub kaku dan kutub lembek, anak-anakku?"

"Lentur, Kiai!" kesembilan santri itu menjawab serentak, karena kalimat itulah memang yang hampir setiap hari mereka dengarkan dari mulut Pak Kiai sejak hari pertama mereka datang ke pesantren itu.

"Fal-yatalaththaf!" ucap Pak Kiai akhirnya sambil berdiri dan menyalami santri-santrinya satu per satu, "titik pusat Al-Qur'an!"

 

1987
Emha Ainun Nadjib

 

 

 


Be first to comment this article
 
Internet Sehat dengan Fox Filter PDF Print E-mail

Written by Bobby,

Views : 28


Dalam rangka turut mengkampanyekan  program  internet sehat berikut  ini saya jelaskan step by step menginstall addons FoxFilter di browser Mozilla Firefox.

FoxFilter adalah extension yang merupakan Parental Control browser Firefox untuk memblokir content-content pornografi dan kroni-kroninya sehingga menciptakan browser yg aman bagi keluarga.

 

Berikut langkah-langkahnya :

Dari menu tools > addons , lalu di menu search masukkan kata foxfilter

 

Lalu ikuti langkah-langkah instalasi nya.

Setelah FoxFilter terpasang browser akan meminta Restart. Setelah browser restart FoxFilter secara otomatis aktif, ini ditandai dengan adanya icon bulatan hijau terceklist di pojok kanan bawah browser. FoxFilter aktif dengan konfigurasi defaultnya. Anda bisa merubah option dan konfigurasi dengan mengklik icon bulatan hijau tadi. Untuk beberapa option mengharuskan kita registrasi menjadi premium user yg berbayar. Namun secara default versi freenya sudah cukup untuk digunakan.

 

 

Untuk membuktikan apakah FoxFilter bekerja dengan baik. Cobalah buka google.com lalu masukkan kata pencarian Sex atau Porno. Jika FoxFilter sudah bekerja dengan baik akan keluar peringatan “Content Blocked”.

 

 

Untuk semakin mengefektifkan FoxFilter, kita bisa merubah skenario keamanan.Dimenu General Setting FoxFilter kita bisa memilih filtering berdasarkan situs, keyword dan sensitifitas, atau berdasarkan situs yang diperbolehkan saja (whitelist) sehingga situs-situs yang tidak terdaftar tidak bisa diakses.

 

 

Sayangnya fitur keamanan dengan  password hanya bisa diaktifkan dengan layanan premium sehingga FoxFilter dapat dengan mudah didisable. Namun jika anda sangat cinta keluarga anda, saya rasa sah-sah saja anda sedikit mengorbakan kocek anda, demi kesehatan keluarga dalam berinternet.

 

 

 

 

 

Versi Pdf tutorial ini dapat didownload di sini

Ditulisan lain InsyaAllah saya akan kupas beberapa metode Internet Sehat yang lain.

 

 

 

 


Be first to comment this article
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Results 1 - 3 of 22